Showing posts with label Romantic Suspense. Show all posts
Showing posts with label Romantic Suspense. Show all posts

Book Review: Get Lucky by Suzzane Brockmann

February 12, 2015

0 comments
Title : Get Lucky
Published : March 2000
Rating : 5 of 5 stars

THE HERO. . .
Lt. Luke ‘Lucky’ O’Donlon, the playboy of Alpha Squad of SEAL Team Ten. Actually this is the first book of the series that I read, so I don’t know his attitude in the previous books. I fell in love with Luke after reading this book. He’s just so charming and so cute. Brockmann can always make her characters so special, every character so different with each other, and so appealing. Like this playboy. After I read the previous books, I can see that Luke is rather annoying, actually. His goal is always woman and woman and woman. Doesn’t mean that he’s not good at his job, SEALs are always good at their job, high skill and all, and I won’t go there because it’d take all day to list their impressive skill.

Book Review: Unspeakable by Sandra Brown

February 10, 2015

0 comments
Title : Unspeakable
Author : Sandra Brown
Series : -
Published : January 1st 1998
Rating : 3 of 5 stars

THE HERO. . .
Jack Sawyer, a drifter. He came to Blewer after hearing that Carl Herbold escape from prison. Until about ten pages before the end of the book, we don’t know who he really is, what’s his reason coming to Blewer, what’s his connection to Herbold Brothers and Delray Corbett (heroine’s father-in-law), and why he felt responsible to help Delray. My curiosity was piled so high and I had so much expectancy that I felt being let down by how the story turn out. Well, at least by the Jack’s reason and connection to this Herbolds hullabaloo. For Jack’s character, I like him enough. Kinda cute, because he’s not really confident about himself, about his charm, about his charisma. He felt that he doesn’t deserve the heroine’s affection and love. And I always love when a man interact with a child, maybe because that could emphasize his soft side.

Book Review: High Noon

April 30, 2012

0 comments
Kemarin itu aku lagi bosen banget terus memutuskan menambah koleksi ebook (meskipun yang belum dibaca masih numpuk banyak banget -.-). Kali ini ebook berasal dari author Nora Roberts. Selama ini kan aku baru baca karyanya yang sebagai JD Robb, jadi agak penasaran gitu gimana buku-bukunya sebagai Nora Roberts. Dan buku pertama yang aku baca berjudul High Noon.

 
Heroine di High Noon adalah seorang letnan kepolisian bernama Phoebe McNamara. Saat Phoebe masih kecil ia dan keluarganya (ibu dan adik laki-laki) pernah disandera oleh pria yang menyukai ibunya, dan menyebabkan ibunya menderita agoraphobia (takut untuk keluar rumah). Phoebe merupakan tiang dalam keluarganya, dimana ibunya dan putri kecilnya, Carly, selalu bersandar padanya, dan terbiasa selalu mengandalkan dirinya sendiri. And here comes our hero, Duncan Swift, dengan lesung pipit dan senyum manisnya, yang tidak mau meninggalkan Phoebe meskipun Phoebe berusaha menjauh. Masalah dimulai ketika Phoebe diserang dan hampir diperkosa di kepolisian. Setelah itu ditemukan bahwa yang menyerangnya adalah Arnold Meeks, rekan polisi yang membenci Phoebe. Meeks akhirnya ditangkap dan dikeluarkan dari kepolisian. Sampai disini aku mikir, “Kok cepet banget yah pelakunya ketemu”. Ternyata masalah nggak cuma berhenti disitu. Ada seseorang yang mulai mengirimkan bangkai binatang di depan rumah Phoebe. Lalu mantan suami Phoebe yang diledakkan di depan  mata kepala Phoebe sendiri. Dan puncaknya adalah David McVee, mentor sekaligus figur ayah bagi Phoebe, yang hamper mati karena ledakan di rumahnya. Phoebe pun harus segera menemukan pelakunya sebelum semua orang yang dicintainya menjadi korban.

Satu poin yang sama antara High Noon dan Eve Dallas series, yaitu heroine yang strong. Nggak tau itu cuma kebetulan atau memang semua heroine Nora punya karakter yang kuat. Tapi yang mengejutkan malah datang dari hero kita menurutku. Biasanya kan hero itu menonjol macho-nya, tapi beda dengan Duncan. Duncan itu lebih manis malahn image-nya. Dengan pembawaannya yang easy going, senyum manisnya, dia nggak mirip sama sekali dengan heroes lain yang terkesan macho. Tapi bukan berarti dia pria lemah. Sifat macho dan arogannya Cuma muncul sesekali disaat-saat yang sangat tepat. Jadi refreshing banget melihat karakter hero yang berbeda pada tokoh Duncan ini. Secara keseluruhan buku ini bagus lah menurutku, dan layak dimasukkan dalam list baca. Oh iya, buku ini ternyata juga sudah diangkat menjadi tv movie. Jadi kepengin liat deh >.<

So, ‘til next time folks!

Book Review: Seduction In Death

January 18, 2012

0 comments

Yay!! Akhirnya seri baru In Death Series terbit juga. Bersamaan dengan itu, Alhamdulillah ya blog ini bisa punya postingan baru setelah sekian lama sekarat, haha. Langsung aja yuk baca coret-coretanku yang mungkin sekarang tambah berkarat.

Okay. Setelah sekian lama, pastinya penggemar seri ini sudah tidak sabar menunggu terbitnya buku terbaru ini. Di Indonesia ini masuk seri ke-13, sedangkan di Amerika masuk seri ke-15, karena ada beberapa short story yang tidak diterbitkan di Indonesia. Buku terbaru yang terbit pada tanggal 12 Januari ini (padahal di negara asalnya sudah terbit sejak September 2001) berjudul Seduction In Death atau Rayuan Dalam Kematian. Dalam buku ini masih sama menceritakan sepak terjang Letnan Eve Dallas beserta suaminya yang super tampan, Roarke tentunya. Kali ini kasus yang harus ditangani Eve berhubungan dengan masa kecilnya, yaitu kejahatan seksual. Modus operandi dalam kasus ini adalah pelaku yang berkenalan dengan korban lewat internet mengajaknya berkencan kemudian memberikan narkotika langka dan berharga ribuan dolar kepada korban. Efek dari narkotika ini adalah menaikkan hasrat seksual penggunanya. Setelah itu pelaku akan membawa korban ke apartemennya, menata ruangan dan suasana menjadi romantis, dan akhirnya bercinta dengan korban sembari terus memberi narkotika kepada korban sampai korban mati karena overdosis.

Ada beberapa hal menarik dari buku ini yang ingin aku tulis, tapi maaf ya kalau mengandung sedikit spoiler bagi yang belum baca bukunya, hehe. Hal yang paling menarik adalah bagian saat Eve yang jatuh sakit. Imagine that! The high and mighty Lieutenant Eve Dallas, fall sick! Terluka, oke sering banget. Tapi kalau sakit, apalagi demam, baru sekali ini. Dan coba bayangkan reaksi Eve saat Roarke bersama Summerset (yang tetap mendapat beberapa makian dari Eve meskipun dirinya sedang sakit) mencekokinya dengan berbagai obat dan suntikan. Selain itu ada kelanjutan hubungan antara Peabody dan McNab yang di seri sebelumnya sedang mengalami masalah. Akhirnya, setelah kekeraskepalaan dari kedua pihak dan sedikit kesalahpahaman, dua orang bebal tersebut sepakat untuk menjalani hubungan eksklusif. Tuhan tolong mereka agar hubungan tersebut tidak membuat sang Letnan semakin stress. Di buku ini juga muncul lagi dr. Dimatto yang sebelumnya sudah muncul di seri Conspiracy In Death. Kali ini Louise Dimatto berkesempatan berkenalan dengan Charles Monroe, si pendamping professional, dan yang mengejutkan adalah mereka berdua saling tertarik pada satu sama lain. Senang deh kalau semua orang bahagia, bisa menemukan pasangannya masing-masing (jiwaku sedang romantis sekali nih, har har).

Seperti kasus kejahatan seksual lainnya, emosi Eve lebih terlibat dalam. Terbukti dengan Eve yang sampai jatuh sakit karena kecapekan. Tentu saja Roarke marah-marah karena hal ini. Roarke, yang selalu mengontrol emosinya, sampai memperlihatkan kemarahannya. Kemungkinan karena Roarke sendiri masih tertekan karena kematian Mick, sahabatnya, yang meninggal di seri sebelumnya, Betrayal In Death. Terkadang (karena aku sangat mencintai Roake, halah :P), aku membenci Eve karena selalu membuat Roarke khawatir. Tapi kuakui Eve memang polisi yang hebat. Tidak berbeda dengan kasus kali ini, ia menyelidikinya dengan menakjubkan (dengan disertai makian disana-sini). Meskipun aku sedikit kecewa dengan akhirnya. Karena sedari awal memang sudah diketahui siapa pelakunya (dari sudut pandang pembaca setidaknya), tidak ada unsur kejutan bagi pembaca tentang siap pelakunya. Menurutku sih seharusnya ada sesuatu yang menarik dari penangkapan mereka. Tapi nyatanya penangkapannya terlalu mudah dan endingnya agak mudah ditebak. Bagian yang lebih menarik bagiku adalah step by step yang dilakukan Eve saat mencari pelakunya. Pokoknya buku ini sangat keren dan wajib masuk dalam daftar baca. Happy reading, folks!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...